12
Sep

Membeli Apartemen Sebelum Pembangunan Dilaksanakan? Mari Simak Aspek Hukumnya!

Selain menjadi sebuah kebutuhan bagi beberapa orang, memiliki apartemen juga merupakan gaya hidup sebagian orang, terutama generasi milenial. Banyaknya pengembang yang menawarkan fasilitas mewah dan lokasi strategis terkadang tidak diimbangi dengan tanggung jawab administratif yang baik pula.

Sebagai calon pembeli, Anda wajib tahu bahwa memasarkan apartemen, rumah susun, dan hunian vertikal lainnya tidak harus didahului dengan pembangunan, sesuai Undang-Undang No 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun Pasal 42 Ayat 1. “Pelaku pembangunan dapat melakukan pemasaran sebelum pembangunan rumah susun dilaksanakan”. Hal itu yang menjadi alasan mengapa para pengembang dapat memasarkan apartemennya, walaupun belum ada wujud bangunannya. Tentu sebagai calon pembeli, hal tersebut bisa saja adalah sebuah resiko karena harus membei sesuai tanpa mengetahu wujudnya.

Untuk melakukan kegiatan pemasaran, pengembang setidaknya harus memenuhi persyaratan yang tertulis di Ayat 2.  Pengembang setidaknya harus memiliki: Kepastian peruntukan ruang, kepastian hak atas tanah, kepastian status penguasaan rumah susun, perizinan pembangunan rumah susun, dan jaminan atas pembangunan rumah susun dari lembaga penjamin.

Setelah proses negosiasi terjadi antara pengembang dan calon pembeli, barulah proses jual-beli diatur dalam Pasal 43 undang-undang tersebut. Dalam Ayat 1 disebutkan “Proses jual beli sarusun (satuan rumah susun/unit apartemen) sebelum pembangunan rumah susun selesai dapat dilakukan melalui PPJB (perjanjian pengikatan jual beli) yang dibuat di hadapan notaris.”

Nah, bagi Anda calon pembeli yang hendak membeli apartemen yang belum terbangun, Anda tidak perlu cemas lagi. Terlebih jika Anda memilih Apartemen Tamansari Prospero, yang merupakan apartemen terbaik di Sidoarjo.