24
Aug

Makna Berqurban pada Hari Raya Idul Adha Bagi Anak Muda

Hari Raya Idul Adha atau yang lebih sering disebut dengan Hari Raya Qurban, pastinya adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh umat muslim. Hari Raya Qurban identik dengan penyembelihan hewan qurban berupa sapi ataupun kambing. Tapi ternyata momen Hari Raya Qurban memiliki makna lain lho, terutama untuk kalangan anak muda. Simak penjelasan berikut ini ya!

  1. Segala sesuatu butuh pengorbanan

Hidup di dunia memang selalu butuh pengorbanan bukan? Misalnya saja jika anda ingin mendapatkan gelar sarjana, anda harus banyak berkorban untuk belajar lagi di bangku perkuliahan. Sama halnya dengan untuk meraih impian, pasti banyak yang perlu dikorbankan. Segala sesuatu yang berharga pasti membutuhkan pengorbanan.

  1. Taat kepada orang tua

Hari Raya Idul Adha bagi umat muslim ini bermula dari kisah pengorbanan seorang Nabi Ismail yang akan disembelih oleh ayahnya sendiri yaitu Nabi Ibrahim. Nabi Ismail yang mengetahui hal itu sama sekali tidak berontak kepada ayahnya, karena mengatahui bahwa ayahnya hanya menjalankan perintah Tuhannya. Sebagai anak, seharusnya anda yang muda terinspirasi dari sikap Nabi Ismail yang taat pada orang tuanya.

  1. Ikhlas dalam menghadapi cobaan

Sikap Nabi Ibrahim yang ikhlas mengorbankan anaknya dan juga keikhlasan Nabi Ismail sebagai korban perlu diteladani. Ayah dan anak tersebut ikhlas dalam menghadapi cobaan dengan tidak mengeluhkan sepatah kata pun.

  1. Tidak sombong dengan apa yang dimiliki

Dengan mempersembahakan Nabi Ismail yang merupakan anaknya sendiri, membuat Nabi Ibrahim sadar akan segala sesuatu yang dimilikinya bukanlah kepunyaannya seutuhnya. Hal ini perlu dicontoh dan dijadikan pelajaran bahwa segala hal yang dimiliki manusia bukanlah miliknya secara utuh, maka dari itu sikap sombong perlu dibuang jauh-jauh.

Semoga makna Hari Raya Qurban ini semakin diteladani di kehidupan anak-anak muda. Selamat Hari Raya Idul Adha 1439H